Mari mengenal beberapa kerupuk khas palembang berikut ini
Teman teman pasti telah mengenal kerupuk khas palembang ini atau yang biasa disebut kemplang oleh warga setempat, kemplang bisa di kelompokan sebagai makanan pelengkap untuk dimakan dengan nasi,bisa pula di makan sebagai camilan untuk menunda lapar
Sebelum mengenal jenis jenis kemplang,mari kita bahas tentang beberapa komposisi dan cara pembuatan kemplang
Cara pembuatannya masih menggunakan cara tradisional. Ikan yang akan digunakan dicuci bersih. Lalu bersihkan tulang dan kulit ikan, hingga tersisa dagingnya saja. Setelah itu ikan digiling menggunakan alat penggiling tradisional, lesung penumbuk beras. Saat ini industri kerupuk sudah mulai menggunakan blender, untuk mempercepat pekerjaan.
Daging ikan yang telah halus, dicampur dengan tepung tapioka. Bumbu-bumbu rahasia turun temurun, merupakan bagian sejarah Kerupuk Kemplang yang masih terjaga hingga saat ini. Lalu diuleni di meja ulen dengan permukaannya yang keras, licin, rata, dan mudah untuk dibersihkan. Kemudian digiling menggunakan silinder kayu. Ditipiskan dengan cara dikemplang, hingga terbentuk adonan dengan ketebalan 2-3 cm.
Lembar adonan yang sudah tipis, kemudian dicetak. Menggunakan cetakan yang berdiameter 4 cm. Hasil cetakan ini dikukus selama 20 menit, sehingga menghasilkan lembaran kerupuk basah, dengan warna bening yang mengkilat.
Selanjutnya masuk tahap pengeringan. Adonan yang selesai dikukus selama 20 menit, masih harus dikeringkan. Pengeringan cukup dengan cara diangin-anginkan. Proses ini memakan waktu lebih kurang 2-3 hari sampai adonan yang kering akan mengeras. Sebelumnya adonan di potong-potong dengan ukuran 2-3 mm. Hingga berbentuk bulatan kecil.
Mari kita mengenal macam macam kerupuk khas Palembang bersama
Kemplang Bakar (Kemplang Tunu)
Kemplang bakar adalah kerupuk palembang berbentuk pipih dengan aroma khas dari proses pembakaran. Namanya diambil dari cara pembuatannya, yaitu andonan dipukul-pukul.Karena dibakar,teksturnya jadi agak keras dan kenyal.Biasanya, kempalng bakar disajikan sebagai cemilan bersama sambal sebagai cocolan.

Kemplang Kancing
Kemplang kancing juga dibuat dari ikan seperti kemplang bakar. Bentuknya lebih kecil dari kemplang bakar dan memiliki tekstur yang renyah saat digigit.
Kerupuk Palembang bentuk kancing atau kemplang kancing ini populer sebagai pelengkap untuk teman makan nasi putih. Makanan ini dibuat dengan cara digoreng. Bisa dijual dalam kondisi matang atau mentah untuk digoreng sendiri di rumah.

Kemplang keriting
Selain berbentuk bundar, ada juga kerupuk Palembang yang berbentuk bundar keriting. Ada yang menyebutnya kemplang keriting, kemplang mawar, kemplang acak, sampai kemplang konde.
Sama seperti jenis kemplang lain, kerupuk ini juga dibuat dari ikan. Bentuk keritingnya dibuat oleh mesin dengan lubang kecil-kecil yang mengalirkan adonan kerupuk encer. Setelah itu kerupuk dijemur hingga kering dan digoreng hingga mengembang renyah.

Kemplang getas
Ada juga kerupuk Palembang yang bentuknya seperti pilus, cemilan gurih yang populer di tanah Jawa. Kemplang pilus atau getas berbentuk bulat dan berukuran kecil seperti kelereng. Ada juga yang berbentuk lonjong seperti amplang dari Samarinda.
Jika digigit, makanan yang juga disebut dengan nama getas ikan ini akan mengeluarkan suara keretak yang renyah. Pokoknya benar-benar bikin ketagihan. Mau disantap bersama makanan berkuah seperti bakso dan seblak juga enak.

Kemplang usus
Nah, kemplang jenis terakhir adalah kerupuk usus. Jangan langsung membayangkan keripik usus ayam. Jenis kerupuk Palembang ini tetap dibuat dari adonan yang sama dengan kemplang bakar, kancing, dan getas. Hanya saja adonan kerupuk dibentuk seperti silinder dengan bagian tengah berlubang.

